Kamis, 28 Januari 2016

7 Dosa Penulis Cerpen


1. Ada cerita dalam cerita

Tokoh utama menceritakan tokoh lain. Akibatnya, ada dialog dalam dialog. Parahnya lagi penjelsan tentang tokoh kedua sama detailnya dengan tokoh utama. Hal ini membuat pembaca kebingungan. Sebenarnya siapa pemeran utamanya?


2. Deskripsi yang berlebihan

Penjabaran tentang sebuah latar belakang, keadaan, cuaca yang berlebihan. Ceritanya memang menjadi panjang namun malah tidak nyambung. Hal seperti ini bisa saja membuat pembaca sudah merasa bosan sejak awal cerita

3. Tidak jelas siapa yang bercerita

Diawal menggunakan orang pertama yang bercerita, tiba-tiba ditengah ganti dengan orang ketiga. Hal ini membuat pembaca kebingungan. Seperti yang sudah disampaikan diatas “cara menulis cerpen” tentukan terlebih dahulu siapa yang bercerita, karena ini cerpen yang memiliki waktu dan ruang yang sempit, kamu usahakan fokus pada orang pertama yang bercerita, orang kedua ataupun orang ketiga cukup menjadi bumbu dari cerita yang kamu buat.

4. Terlalu banyak tokoh yang diangkat

Terlalu banyak tokoh yang mau diangkat, akhirnya malah bingung siapa tokoh sebenarnya. Kembali lagi, ini cerpen, usahakan tokoh yang diceritakan didalamnya secukupnya saja, jangan sampai banyak tokoh yang terlibat yang pada akhirnya membuat pembaca kebingungan.

5. Pesan dalam cerpen gagal tersampaikan

Maksud dari cerita yang kamu buat adalah A namun yang pembaca tangkap adalah B. hal ini disebabkan kamu terlalu rumet membuat cerpennya, mungkin tujuan kamu bagus, mengajak pembaca untuk berpikir, nah kalo ternyata pembaca berpikir untuk tidak berpikir bagaimana?

6. Terlalu banyak menggunakan “Majas”

Niatnya mungkin bagus, biar kelihatan sastra, namun hal seperti ini justru banyak membingungkan pembaca. Memang ada sebagian pembaca menyukai kosa kata yang baru, namun perlu kamu ketahui menulis dalam kesederhanaan juga sudah termasuk sastra.

7. Tulisan yang tidak beraturan

Inginnya penulis membuat pembaca menangis ketika sudah sampai adegan klimaks, namun karena tulisannya yang tidak beraturan menjadikan pembaca biasa-biasa saja. Kesannya datar begitu saja. Perbanyak banyak cerpen atau novel, semakin banyak kamu membaca semakin berubah kepenulisanmu.

Sebelum memulai menulis cerpen alangkah baiknya kamu membaca cerpen terlebih dahulu, saran saya beli bukunya jangan baca di internet, karena kalo sudah berhubungan dengan internet niat awal ingin membaca cerpen bisa bercabang kemana-mana, mulailah belajar fokus, saya pribadi lebih baik membeli dari pada membaca online.

Tips:
Baca cerpen itu dua kali. 


  • Pertama kamu sebagai pembaca. Berharap semoga cerpen yang kamu baca bisa memberikan hiburan, melemaskan syaraf, mengasah kepekaan, dan menajamkan otak. 
  • Kedua kamu membaca sebagai penulis. Pastikan sediakan alat yang mendukung, seperti kalau kamu masih suka tulis tangan segera siapkan kertas dan bulpen. Tapi kalau kamu sudah terbiasa dengan laptop, maka sediakan laptop. Periksa kembali kata-kata yang kurang tepat. Trust it! You can do it!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages - Menu

Life

Berdoa pada Allah. Percaya pada diri sendiri. Hancurkan dan Remukan rintangannya. Tersenyum dengan bangga diakhir perjuangan.